Bersama senandungku yang terkadang sumbang
Sepercik kisah kita tak kunjung padam dari ingatan
Rindu ini tiba-tiba datang terkenang
Tajam, menghujam dalam bayang
Ku tau, engkaupun mesti rindu dan itu pasti sulit
Engkau diujung sana di kaki langit
Yang hanya bisa kutemui dalam doa sampai terlelap
Ketika rindu itu datang bersama gelap
Bersama kopi panas yang akhir-akhir ini sering menemaniku
Ku harap tiada cemas yang hinggap dalam hatimu
Dan membuatnya meranggas kemudian engkau pergi bergegas
Lawan arus rindu seperti biasanya
Rawatlah rasa itu selamanya
Jangan meragu, ku merindumu, nona
Mengertilah, pahamilah
Aku sedang berjuang
Maaf
-il surya
Sepercik kisah kita tak kunjung padam dari ingatan
Rindu ini tiba-tiba datang terkenang
Tajam, menghujam dalam bayang
Ku tau, engkaupun mesti rindu dan itu pasti sulit
Engkau diujung sana di kaki langit
Yang hanya bisa kutemui dalam doa sampai terlelap
Ketika rindu itu datang bersama gelap
Bersama kopi panas yang akhir-akhir ini sering menemaniku
Ku harap tiada cemas yang hinggap dalam hatimu
Dan membuatnya meranggas kemudian engkau pergi bergegas
Lawan arus rindu seperti biasanya
Rawatlah rasa itu selamanya
Jangan meragu, ku merindumu, nona
Mengertilah, pahamilah
Aku sedang berjuang
Maaf
-il surya
Komentar
Posting Komentar